Assalammu'alaikum wr.wb

Semoga selalu dalam rahman dan rahiim-Nya

Rabu, 23 April 2008

Ujian dari ALLAH SWT

Mengapa Allah menguji aku?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang – orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah Mengetahui orang – orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang – orang yang dusta. ( QS Al Ankabut : 2-3 )
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;Allah Mengetahui sedang kamu tiada mengetahui. . ( QS Al Baqoroh : 216 )

Mengapa ujian itu berat sekali?
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ( QS Al Baqoroh : 286 )



Bagaimana jika aku frustasi mengahadapi ujian itu?
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang – orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. ( QS Ali Imron : 139 )

Bagaimana aku harus menghadapi ujian itu?
Wahai orang – orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negrimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. . ( QS Ali Imron : 200 )
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang – orang yang khusyuk . ( QS Al Baqoroh : 45 )

Kepada siapa aku berharap?
……“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal….( QS At Taubah : 129 )
Apa yang akan kudapatkan ketika melewati ujian itu?
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang – orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka..( QS At Taubah : 111 )

Janganlah berputus asa!
….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. ..( QS Yusuf : 87 )
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. ..( QS Alam Nashrah : 5 - 6 )

Selengkapnya.....

Rabu, 02 April 2008

Futsal Untuk Alumni SMAN 1 Balikpapan 2000

Dear Futsallers. Piye kabarnya? Lama juga neh kagak nongkrong-nongkrong di lapangan hijau. Sejak kita lulus SMA tahun 2000, sepertinya minim bahkan nyaris gak ada kegiatan olahraga bola. Mulai dari sepakbola lapangan gede ampe maen futsal. Pada mencar kemana2 kali ya.Futsal, ini jadi tren baru kita neh. Gua, Rinaldi ma Vishnu dah jadi penggagas tuk olahraga Futsal tiap minggunya. Tempatnya? Di Champion Indoor Futsal belakang Ring Road Mart. Ya di Balikpapan, lah. Banyak guys temen2 alumni yg dah pada gabung. Mulai dari yg bujangan ampe yang dah menikah. Setiap minggu kita maen futsal di sini, mulai dari sekedar latihan ampe sparring lawan tim laen. Yah sekedar mencari keringat ma nikmatnya kumpul bareng2 temen.

Gara2 sering maen bola di lapangan gede, eh anak2 banyak yg pada gak tau kalo peraturan di lapangan gede beda ma futsal. Yah kadang2 ada juga yg suka melawak like Henry Toding ma Gugum. Bahkan Ucup sempet nongol maen sekali. Untung masih nampak dia, padahal maennya malam lho. Hehehe...peace Cup.
Tapi sebenarnya bukan sekedar pertahankan kemampuan mengolah dan menggocek si kulit bundar. Bikin ato kagak bikin gol, bah no problemo. Didi aja yg jarang ngegolin tetep semangat maen, kok. Oke banget tuh, Didi. Saat ini yg maen Futsal ada : Gua (Supri), Rinaldi, Vishnu, Toding, Doko, Gugum, Danu, Eko, Widana, Bayu, Ucup, Danu, Topik, dan ada beberapa teman laen yg ngikut bergabung.
Kebersamaan lah yang sebenarnya pengen kita pertahankan. Jarang banget momen nie bisa terlaksana ampe hari tua nanti. Ada yg ketawa seneng nyetak gol, ada juga yg melongo bahkan marah2 gara2 gawangnya kebobolan terus. Gum....seng sabar yo. Kalo kita dah punya keluarga, tentu tidak semua teman2 yg bisa bergabung. But anything it's OK. keluarga adalah prioritas. Teman2.....plis pertahankan momen nie tuk jadi ajang silaturahim kita. Dengan futsal, silaturahim kita tetep terjaga. Kita jadi tau keadaan teman2 kita. Kita bisa saling bantu dan saling mendoakan. ........ dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (Al Ashr :3)

Selengkapnya.....

Laksamana Cheng Ho

Dalam sejarah Indonesia, Laksamana Sam Po Kong dikenal dengan nama Zheng He, Cheng Ho, Sam Po Toa Lang, Sam Po Thay Jien, Sam Po Thay Kam, dan lain-lain. Laksamana Sam Po Kong berasal dari bangsa Hui, salah satu bangsa minoritas Tionghoa. Laksamana Cheng Ho adalah sosok bahariawan muslim Tionghoa yang tangguh dan berjasa besar terhadap pembauran, penyebaran, serta perkembangan Islam di Nusantara.


Cheng Ho (1371 - 1435) adalah pria muslim keturunan Tionghoa, berasal dari propinsi Yunnan di Asia Barat Daya. Ia lahir dari keluarga muslim taat dan telah menjalankan ibadah haji yang dikenal dengan haji Ma
Konon, pada usia sekitar 10 tahun Cheng Ho ditangkap oleh tentara Ming di Yunnan. Pangeran dari Yen, Chung Ti, tertarik melihat Cheng Ho kecil yang pintar, tampan, dan taat beribadah. Kemudian ia dijadikan anak asuh. Cheng Ho tumbuh menjadi pemuda pemberani dan brilian. Di kemudian hari ia memegang posisi penting sebagai Admiral Utama dalam angkatan perang.

Pada saat kaisar Cheung Tsu berkuasa, Cheng Ho diangkat menjadi admiral utama armada laut untuk memimpin ekspedisi pertama ke laut selatan pada tahun 1406. Sebagai admiral, Cheng Ho telah tujuh kali melakukan ekspedisi ke Asia Barat Daya dan Asia Tenggara. Selama 28 tahun (1405 - 1433 M) Cheng Ho telah melakukan pelayaran muhibah ke berbagai penjuru dunia dengan memimpin kurang lebih 208 kapal berukuran besar, menengah, dan kecil yang disertai dengan kurang lebih 27.800 awak kapal. Misi muhibah pelayaran yang dilaksanakan oleh Laksamana Cheng Ho bukan untuk melaksanakan ekspansi, melainkan melaksanakan misi perdagangan, diplomatik, perdamaian, dan persahabatan. Ini merupakan pelayaran yang menakjubkan, berbeda dengan pengembaraan yang dilakukan oleh pelaut Barat seperti Cristopherus Colombus, Vasco da Gamma, atau pun Magelhaes.

Sebagai bahariawan besar sepanjang sejarah pelayaran dunia, kurang lebih selama 28 tahun telah tercipta 24 peta navigasi yang berisi peta mengenai geografi lautan. Selain itu, Cheng Ho sebagai muslim Tiong Hoa, berperan penting dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara dan kawasan Asia Tenggara.

Pada perjalanan pelayaran muhibah ke-7, Cheng Ho telah berhasil menjalankan misi kaisar Ming Ta'i-Teu (berkuasa tahun 1368 - 1398), yaitu misi melaksanakan ibadah haji bagi keluarga istana Ming pada tahun 1432 - 1433. Misi ibadah haji ini sengaja dirahasiakan karena pada saat itu, bagi keluarga istana Ming menjalankan ibadah haji secara terbuka sama halnya dengan membuka selubung latar belakang kesukuan dan agama.

Untuk mengesankan bahwa pelayaran haji ini tidak ada hubungannya dengan keluarga istana, sengaja diutus Hung Pao sebagai pimpinan rombongan. Rombongan haji itu tidak diikuti oleh semua armada dalam rombongan ekspedisi ke-7. Rombongan haji ini berangkat dari Calleut (kuli, kota kuno) di India menuju Mekkah (Tien Fang).

Demikianlah misi perjuangan dan misi rahasia menunaikan ibadah haji yang dijalankan Cheng Ho, dan misi tersebut berhasil. Akan tetapi Cheng Ho merasa sedih karena tidak bisa bebas berlayar menuju tanah leluhurnya, Mekkah, untuk beribadah haji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, pada ekspedisi ke-5, armada Cheng Ho telah berhasil mencapai pantai timur Afrika dalam waktu tiga tahun. Dalam kesempatan tersebut, armada Cheng Ho berkunjung ke kerajaan di Semenanjung Arabiah dan menunaikan panggilan Allah ke Mekkah.

Sejarah tentang perjalanan muhibah Cheng Ho, hingga saat ini masih tetap diminati oleh berbagai kalangan, baik kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya, maupun masyarakat keturunan Tionghoa. Chneg Ho telah menjadi duta pembauran negeri Tiongkok untuk Indonesia yang diutus oleh kaisar Dinasti Ming pada tahun Yong Le ke-3 (1405). Dalam tujuh kali perjalanan muhibahnya ke Indonesia, Laksamana Cheng Ho berkunjung ke Sumatera dan Pulau Jawa sebanyak enam kali.

Kunjungan pertama adalah ke Jawa, Samudera Pasai, Lamrbi (Aceh Raya), dan Palembang. Sebagian besar daerah yang pernah dikunjungi Cheng Ho menjadi pusat dagang dan dakwah, diantaranya Palembang, Aceh, Batak, Pulau Gresik, Semarang (di sekitar Gedong Batu), Surabaya, Mojokerto, Sunda Kelapa, Ancol, dan lain-lain. Gerakan dakwah pada masa itu telah mendorong kemajuan usaha perdagangan dan perekonomian di Indonesia.

Dalam perjalanan muhibahnya, setiap kali singgah di suatu daerah ia banyak menciptakan pembauran melalui bidang perdagangan, pertanian, dan peternakan.

Misi muhibah yang dilakukan Cheng Ho memberikan mamfaat yang besar bagi negeri yang dikunjunginya

Selengkapnya.....