Assalammu'alaikum wr.wb

Semoga selalu dalam rahman dan rahiim-Nya

Rabu, 27 Februari 2008

Shalat Tahajjud Menyehatkan Anda

Dan pada sebagian malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan
Bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji".
/(Surat al-Isra', ayat 79)



Mengapa Allah menyuruh Kita bangun ditengah malam untuk melaksanakan
Shalat tahajjud di tengah malam? Apa rahasia dibalik perintah Allah
Tersebut? Apakah betul orang-orang yang bertahajjud ditengah malam akan
Diangkat Allah ke tempat yang terpuji?

*Shalat Tahajjud, Stres Dan Hormon Kortisol (Hormon Stres)*
Siapa bilang ajaran dalam agama Islam hanya dogma Dan doktrin. DR.
Muhammad Soleh, dosen IAIN Surabaya, telah mampu membantah pandangan
Tersebut melalui desertasi yang IA pertahankan sehingga mendapatkan
Gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana
Universitas Surabaya, dengan judul "Pengaruh shalat Tahajjud terhadap
Peningkatan perubahan respon ketahanan tubuh imunologik: Suatu
Pendekatan Psikoneuroimunologi", menyimpulkan jika Anda melakukan shalat
Tahajjud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas Dan khusyu' niscaya Anda
Akan terbebas dari penyakit infeksi Dan kanker.

Desertasi ini melibatkan 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok
Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup
Yang sanggup menjalankan shalat tahajjud selama satu bulan penuh.
Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat tahajjud
Selama dua bulan. Shalat tahjjud dimulai pukul 2.00-3.30 wib sebanyak 11
Rakaat, dengan dua rakaat sebanyak 4 kali Dan ditutup shalat witir
Sebanyak tiga rakaat. Dan selanjutnya hormon kortisol (hormon stres)
Dari 19 siswa tersebut diperiksa di tiga laboratorium di Surabaya
(Pramitha, Prodia Dan Klinika).

Apa yang terjadi? Para siswa yang shalat tahajjud dengan rutin Dan
Ikhlas berbeda dengan siswa yang tidak melaksanakan shalat tahajjud.
Mereka yang melaksanakan shalat tahajjud tersebut memilki kadar hormon
Kortisol yang rendah. Hal ini menandakan mereka memiliki ketahanan tubuh
Yang kuat Dan kemampuan individu yang tangguh sehingga mampu
Menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil.

Hormon kortisol merupakan salah satu hormon stres. Kadar hormon ini
Semakin meninggi ketika Kita dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon
Yang meninggi Kita lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi Dan
Daya ingat Kita kurang baik. Hormon ini oleh pakar kesehatan dijadikan
Tolak ukur untuk tingkat/derajat stres seseorang. Makin stres seseorang
Maka hormon kortisol semakin meninggi dalam darahnya. Hormon kortisol
Memiliki kadar tertinggi di waktu tengah malam hingga di waktu pagi,
Terutama pagi-pagi sekali (normal di pagi Hari berkisar 38-690
Nmol/liter, sedangkan malam-nya 69-345 nmol/liter).

Stres Dan depresi menjadi penyakit yang lazim di zaman sekarang ini.
Stres sebenarnya keadaan yang positif bagi Kita jika digunakan dalam
Keadaan yang masih wajar. Jika berlebihan maka kadar hormon adrenalin
Dan hormon kortisol akan meningkat sehingga menganggu sistem kekebalan
Tubuh yang akhirnya Kita mudah terkena infeksi, penyakit maag, asma, Dan
Memperburuk penyakit degenaratif kronis (kanker, diabetes, rematik Dan
Lain-lain).

Dengan shalat tahajjud yang dilakukan secara rutin, ikhlas Dan
Khusyu'akan mampu menciptakan karakter baru serta tangguh bagi
Pelaksananya, sehingga Kita akan memiliki persepsi Dan motivasi yang
Positip yang nantinya akan terhindar dari stres. Mungkin itulah maksud
Firman Allah pada surah Al-Isra', ayat 79 diatas tentang diangkatnya
Para pelaksana shalat tahjjud ke tempat yang terpuji. Allahua'lam.

*Mengapa Harus Tengah Malam?*
Kata tahajjud terambil dari kata hujud yang berarti tidur. Kata tahajjud
Dipahami oleh al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan
Shalat. Shalat ini juga dinamakan Shalat Lail/Shalat Malam, karena IA
Dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Shalat ini
Terdiri dari dua sampai dengan delapan rakaat.

Apa rahasia bangun di tengah malam untuk shalat tahajjud? Hal ini telah
Dijawab Allah pada surat al-Muzzammil, ayat ke 6-7, berbunyi:
"Sesungguhnya bangun di waktu malam, dia lebih berat Dan bacaan di waktu
Itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang Hari kesibukan yang
Panjang."

Dari ayat tersebut Ada dua hal yang begitu mengesankan Kita. Pertama,
Sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam Hari memilki efek Dan
Dampak yang lebih mengesankan. Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan
Oleh orang memiliki niat yang kuat pula. Niat yang yang kuat pasti
Didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan
Dilakukan dengan ikhlas Dan bersungguh-sungguh.

Shalat tahajjud dilakukan setelah tidur. Apa manfaatnnya pula? Bangun
Tidur pasti pikiran Kita lebih fresh-segar. Bayangkan dalam satu Hari,
Jantung Kita berdetak sebanyak 100.000 kali, darah Kita mengalir melalui
17 juta mil arteri, urat darah halus Dan juga pembuluh-pembuluh darah.
Tanpa Kita sadari rata-rata sehari Kita berbicara 4.000 kata, bernafas
Sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali,
Dan mengopersikan 14 milyar sel otak.

Manusia perlu istirahat. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik
Menurut ilmu kesehatan. Dengan tidur berarti terjadi proses pemulihan
Sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan
sangat baik. Tak heran kalau Allah berkehendak agar shalat tahjjud
dikerjakan setelah tidur. Kurang baik jika dilakukan langsung setelah
kita begadang malam. Dengan pikiran yang fresh akan membantu kita untuk
lebih khusyu' memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca.

Bacaan di malam hari lebih mengesankan dibandingkan di siang hari,
mengapa demikian? Pernahkan kita mengingat orang atau teman kita yang
hobinya bermain break-breakan (orari). Mereka lebih senang akan memilih
berkomunikasi di malam hari kira-kira mulai pukul 02.00-04.00 tengah
malam. Kalau kita tanya kenapa mereka suka ngebreak di waktu tersebut,
mereka menjawab suara yang dihasilkan di waktu itu lebih cukup bagus dan
jernih, walaupun daya jangkaunya sangat jauh. Berbeda dengan siang hari
suara breaker tidak begitu jelas banyak frekuensi lain yang menganggu.

Ini menandakan bangun di tengah malam dan bershalat tahajjud sangat baik
untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dan komunikasi yag kita lakukan
semuanya berbasis pada pancaran energi. Penulis punya pengalaman menarik
terhadap seseorang yang berumur setengah baya ketika berbicara dalam
sebuah forum, dimana tutur katanya begitu santun didengar, wajahnya
penuh percaya diri dan enak untuk dipandang, memiliki karakter yang kuat
untuk mempengaruhi orang yang berinteraksinya dengannya. Pada sebuah
kesempatan penulis bertanya :"Apa kira-kira rahasia kelebihan yang
saudara miliki selama ini?". Ia menjawab dengan singkat dan
santun,"Disiplinkan diri dengan bershalat tahajjud!".

*Meditasi dan Tahjjud*
Meditasi berarti keheningan, diam dan kesendirian. Keheningan muncul
apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya. Diam berarti
berhentinya aktivitas fisik sedangkan kesendirian berati kita harus
melakukanya sendiri tanpa bantuan, tuntutan, atau kehadiran orang lain.

John Kehoe, penulis buku terlaris 'Mind Power' pernah melakukan tapa
brata dengan menyingkirkan diri dari hiruk piruk dunia, kemudian menyepi
didalam hutan untuk melakukan meditasi. Hal ini ia lakukan untuk
menembus batas kesadaran tertinggi atau lapiasan terdalam pikiran bawah
sadarnya melalui kesunyian dan pencarian diri.

Banyak dari mereka melakukan metoda meditasi lewat relaksasi senam
ringan, olah napas, pindah ketempat yang sunyi dengan menghidupkan
kaset-kaset, CD pencerahan. Bahkan ada yang menggunakan aroma terapi
wewangian, tak heran terlalu besar biaya yang dikeluarkan hanya untuk
bermeditasi saja.

Padahal Allah telah memberikan jalan alternatip ke kita pada 14 abad
yang lalu untuk lebih dekat dengan-Nya lewat pelaksanaan shalat malam,
karena shalat adalah salah satu bentuk meditasi. Selama ini kita
terjebak pada belenggu diri kita sendiri yang menjadikan shalat sebagai
kewajiban semata bukan sebuah kebutuhan, kalau tidak shalat akan masuk
neraka, terkesan Tuhan yang membutuhkan kita. Ironis.

Padahal untuk melakukan shalat tahjjud kita tak perlu ke hutan,
mengasingkan diri, cukup bangun di tengah malam kemudian berwudu'
(bersuci) secara sederhana menurut rukun dan syaratnya. Tak perlu biaya
mahal, hanya perlu tempat dan sajadah yang bersih

Tidak ada komentar: