Assalammu'alaikum wr.wb

Semoga selalu dalam rahman dan rahiim-Nya

Selasa, 26 Februari 2008

Mengetahui Kepercayaan Diri

Semasa kanak-kanak pelari Amerika Wilma Rudolp mendapat polio yang menyebabkan dia pincang. Tapi dia berusaha untuk mengatasi rasa rendah diri. Dia berusaha mengatasi kelemahan-kelemahannya dan pada Olimpiade Roma tahun 1960 dia mencapai kemenangan


Ini tidak berarti bahwa tiap korban polio dapat menjadi juara Olimpiade, karena ini tergantung pada kemampuan pisik dan juga pada cita-cita dan kesanggupan menjalani latihan. Ahli ilmu jiwa yang terkenal Alfred Adler mencurahkan hidupnya pada penyelidikan rasa rendah diri. Dia mengatakan bahwa kebutuhan manusia yang paling penting adalah kebutuhan akan kepercayaan diri dan rasa superioritas. Dalam hubungan dengan orang lain rasa rendah diri terlihat sebagai rasa malu, kebingungan, rendah hati yang berlebihan, kemasyhuran yang besar, kebutuhan yang berlebihan untuk pamer dan keinginan yang berlebih-lebihan untuk dipuji. Kepercayaan pada diri sendiri yang sangat berlebihan tidak selalu berarti sifat yang positif. Ini umumnya dapat menjurus pada usaha tak kenal lelah. Orang yang terlalu percaya pada diri sendiri sering tidak hati-hati dan seenaknya. Tingkah laku mereka sering menyebabkan konflik dengan orang lain. Seseorang yang bertindak dengan kepercayaan pada diri sendiri yang berlebihan, sering memberikan kesan kejam dan lebih banyak punya lawan dari pada teman. Menurut pendapat ahli ilmu jiwa ada dua cara manusia beraksi untuk menutupi rasa rendah diri, yaitu menyerah dan kompensasi. Menyerah berarti bahwa rasa rendah diri dianggap sebagai perbaikan terhadap kepercayaan pada diri sendiri yang dapat dicapai. Aldler menyadari bahwa rasa rendah diri sering dikompensasi. Kompensasi ini mengambil berbagai bentuk. Salah satu cara adalah kompensasi langsung seperti yang dilakukan oleh Wilma Rudolph, yang terkena polio. Orang yang tak yakin tentang dirinya mencari kompensasi untuk menutupi rasa rendah dirinya justru dalam bidang kekurangannya. Satu contoh lain untuk menggambarkan ini adalah seorang Yunani yang bernama Demosthrena. Walaupun waktu anak-anak dia gagap tapi dia dapat membuat dirinya menjadi seorang pembicara yang cemerlang melalui latihan yang berat. Cara kedua adalah kompensasi dalam bidang lain. Untuk mengkompensasikan suatu kelemahan, beberapa kemampuan lain diperkembangkan dengan sangat sempurna. Misalnya seseorang yang lemah dan tidak menonjol dalam olahraga, dengan ketekunan luar biasa mencapai hasil yang sangat baik dalam kegiatan intelektual. Orang lain yang tak maju dalam pekerjaannya mungkin punya suatu dengan hobby di mana dia mencurahkan seluruh tenanganya. Dengan kepuasan yang diperoleh melalui kompensasi ini rasa percaya pada diri sendirinya menjadi naik. Kemungkinan ketiga adalah kompensasi dengan rasa percaya pada diri sendiri yang palsu. Jika seseorang tak berhasil menaikkan kepercayaan pada diri sendiri dengan latihan langsung atas kelebahannya atau dengan mengembangkan bakat pengganti, maka dia akan beralih pada penipuan diri sendiri. Dalam melakukan hal ini, dia tidak hanya menipu orang lain, tapi juga menipu dirinya sendiri. Bentuk tingkah laku kompensasi seperti ini adalah keras kepala, dogmatis, menggunakan sikap menakut-nakuti dan menentang. Perasaan rendah diri tidak disesuaikan tapi ditekan. Jadi kepercayaan pada diri sendiri yang diperlihatkan oleh orang yang dogmatis, orang yang banyak omong dan keras kepala tidaklah jujur dan mudah digoyahkan. Oleh karena itu penting bahwa saudara tidak bersandiwara dengan rasa kepercayaan diri sendiri saudara tetap mengembangkannya dari dalam kepribadian saudara sendiri. Jauh lebih penting lagi bagi saudara untuk tidak hanya mengkompensasikan suatu kelemahan dengan suatu kelebihan, tapi juga bahwa saudara dapat menerima sebagaimana adanya. Hanya dengan cara begitu dapat diletakkan dasar untuk kepercayaan diri yang baru dan sehat. Sepuluh petunjuk untuk meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri. 1. Sebagai langkah pertama carilah sebab-sebab saudara merasa rendah diri. Sekali saudara mengetahui sebab-sebab itu maka saudara sudah mendapatkan prasyarat yang sangat penting untuk suatu perbaikan kepercayaan diri sendiri yang direncanakan. 2. Atasi kelemahan saudara. Hal yang penting adalah saudara harus memiliki kemauan yang kuat. Karena hanya dengan begitu saudara akan memandang suatu perbaikan yang kecil sebagai keberhasilan yang sebenarnya. 3. Cobalah kembangkan bakat dan kemampuan saudara lebih jauh. Dengan begitu saudara mengadakan kompensasi bagi kelemahan saudara, sehingga kelemahan itu tidak penting lagi bagi saudara. 4. Bahagialah dengan keberhasilan saudara dalam suatu bidang tertentu dan janganlah ragu-ragu untuk bangga atasnya. Perkiraan saudara sendiri atas keberhasilan saudara adalah lebih penting untuk kesadaran diri saudara sendiri dibandingkan dengan pendapat orang lain. 5. Bebaskan diri saudara dari pendapat orang lain. Janganlah berbuat berlawanan dengna keyakinan saudara sendiri. Hanya dengna begitu saudara akan merasa merdeka dalam diri sendiri dan yakin. 6. Jika misalnya saudara tidak puas dengan pekerjaan saudara tapi tidak melihat sesuatu kemungkinanpun untuk memperbaiki diri saudara, maka kembangkanlah bakat-bakat saudara melalui sesuatu hobby. Dengan begitu saudara dapat mengkompensasikan kekecewaan dan dapat menjaga diri dari ketidak yakinan atas diri sendiri. 7. Jika saudara diminta untuk melakukan pekerjaan yang sukar, cobalah melakukan pekerjaan tersebut dengan rasa optimis. Jika anda takut melakukan tugas itu, maka di masa depan saudara akan kurang percaya pada kemampuan saudara sendiri dan akhirnya gagal dalam tugas yang tak begitu sulit. 8. Jangna terlalu bercita-cita, karena cita-cita yang kelewat batas tidak baik. Makin besar cita-cita saudara, maka akan semakin sulit bagi saudara untuk memenuhi tuntutan yang tinggi itu. 9. jangna terlalu sering membandingkan diri saudara dengan orang lain. Ada banyak hal yang dapat dilakukan lebih baik oleh orang lain dibanding dengan saudara. Jika saudara terus menerus membandingkan diri saudara dengan orang lain maka ada kemungkinan saudara akan kecewa dnegan diri saudara sendiri. Dan ini tidak baik bagi harga diri saudara sendiri. 10. Janganlah mengambil sebagai motto ungkapan yang berbunyi, apapun juga yang dilakukan dengan baik oleh orang lain sayapun harus dapat melakukannya; karena tak seorangpun dapat mempunyai hasil yang sama dalam tiap bidang

Tidak ada komentar: